Search

Selasa, 24 November 2009

Islam Masuk ke Nusantara ketika Rasulullah SAW masih Hidup

Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah.....
----------
Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14 Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat. Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagi para pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruan tinggi.Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asal Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis ini bernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengan sangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anak seorang tokoh di zamannya.Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagang Cina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.Mengutip buku Gerilya Salib di Serambi Makkah (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2006) yang banyak memaparkan bukti-bukti sejarah soal masuknya Islam di Nusantara, Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telah melakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara.Bellwood menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti Nabi Muhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembang menghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina serta benda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatan Sumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini.Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memiliki beberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barang perunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou (sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasal dari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan ini hendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telah melakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina.Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesama pedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahan dengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat di selatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapi bisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri, walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya.Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Saka sendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologi huruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telah berdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di Jawa Barat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun 425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.Temuan G. R TibbetsAdanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengan tekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu.“Keadaan ini terjadi karena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yang berlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat itu terutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China.Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya.Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid).Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKA menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari NusantaraDari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketika Sriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus pun masuk dalam wilayah Aceh.Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota di Nusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya.Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Aleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir barat Sumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi!Berdasakan buku Nuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuat dugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu.Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO) Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) di Lobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadi sebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China, Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya.Tim tersebut menemukan banyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakan dahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur.Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh, dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruh cukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkan kemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, juga berkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pula menjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pula penduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai.Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) juga menguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirah Arab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M.Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali) diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth dan W. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries, St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159).Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, Jawa Timur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telah merambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M. S. R.I., 1963, hal. 39).Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara pada masa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululah menerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua (kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periode Arqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu baru melakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab.Menurut literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secara terbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam.Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an, karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan pada tahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudian oleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang penting yakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan (7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman.Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semua pihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman bin Affan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranya tersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah.Mengingat bekas-bekas darah pada lembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskah Qur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaum perusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah.Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuah ketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246) Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihak Jerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa Khalif Utsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan, telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin, Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391).Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya pada saat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an.Menengok catatan sejarah, pada seperempat abad ke-7 M, kerajaan Budha Sriwijaya tengah berkuasa atas Sumatera. Untuk bisa mendirikan sebuah perkampungan yang berbeda dari agama resmi kerajaan—perkampungan Arab Islam—tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum diizinkan penguasa atau raja. Harus bersosialisasi dengan baik dulu kepada penguasa, hingga akrab dan dipercaya oleh kalangan kerajaan maupun rakyat sekitar, menambah populasi Muslim di wilayah yang sama yang berarti para pedagang Arab ini melakukan pembauran dengan jalan menikahi perempuan-perempuan pribumi dan memiliki anak, setelah semua syarat itu terpenuhi baru mereka—para pedagang Arab Islam ini—bisa mendirikan sebuah kampung di mana nilai-nilai Islam bisa hidup di bawah kekuasaan kerajaan Budha Sriwijaya.Perjalanan dari Sumatera sampai ke Makkah pada abad itu, dengan mempergunakan kapal laut dan transit dulu di Tanjung Comorin, India, konon memakan waktu dua setengah sampai hampir tiga tahun. Jika tahun 625 dikurangi 2,5 tahun, maka yang didapat adalah tahun 622 Masehi lebih enam bulan. Untuk melengkapi semua syarat mendirikan sebuah perkampungan Islam seperti yang telah disinggung di atas, setidaknya memerlukan waktu selama 5 hingga 10 tahun.Jika ini yang terjadi, maka sesungguhnya para pedagang Arab yang mula-mula membawa Islam masuk ke Nusantara adalah orang-orang Arab Islam generasi pertama para shahabat Rasulullah, segenerasi dengan Ali bin Abi Thalib r. A..Kenyataan inilah yang membuat sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara sangat yakin bahwa Islam masuk ke Nusantara pada saat Rasulullah masih hidup di Makkah dan Madinah. Bahkan Mansyur Suryanegara lebih berani lagi dengan menegaskan bahwa sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, saat masih memimpin kabilah dagang kepunyaan Khadijah ke Syam dan dikenal sebagai seorang pemuda Arab yang berasal dari keluarga bangsawan Quraisy yang jujur, rendah hati, amanah, kuat, dan cerdas, di sinilah ia bertemu dengan para pedagang dari Nusantara yang juga telah menjangkau negeri Syam untuk berniaga.“Sebab itu, ketika Muhammad diangkat menjadi Rasul dan mendakwahkan Islam, maka para pedagang di Nusantara sudah mengenal beliau dengan baik dan dengan cepat dan tangan terbuka menerima dakwah beliau itu, ” ujar Mansyur yakin.Dalam literatur kuno asal Tiongkok tersebut, orang-orang Arab disebut sebagai orang-orang Ta Shih, sedang Amirul Mukminin disebut sebagai Tan mi mo ni’. Disebutkan bahwa duta Tan mi mo ni’, utusan Khalifah, telah hadir di Nusantara pada tahun 651 Masehi atau 31 Hijriah dan menceritakan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dengan telah tiga kali berganti kepemimpinan. Dengan demikian, duta Muslim itu datang ke Nusantara di perkampungan Islam di pesisir pantai Sumatera pada saat kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan (644-656 M). Hanya berselang duapuluh tahun setelah Rasulullah SAW wafat (632 M).Catatan-catatan kuno itu juga memaparkan bahwa para peziarah Budha dari Cina sering menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 Masehi untuk mengunjungi India dengan singgah di Malaka yang menjadi wilayah kerajaan Budha Sriwijaya.Gujarat Sekadar Tempat SinggahJelas, Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawan dikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari para pedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dari Jazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Aceh sekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar (Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengah antara Jazirah Arab dengan Sumatera.Bukalah atlas Asia Selatan, kita akan bisa memahami mengapa para pedagang dari Jazirah Arab menjadikan India sebagai tempat transit yang sangat strategis sebelum meneruskan perjalanan ke Sumatera maupun yang meneruskan ekspedisi ke Kanton di Cina. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab ini terus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yang ke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat Kerajaan Budha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yang melanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa.Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kali disinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampai sekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah.Eramuslim

Read more...

Kemerdekaan Indonesia, Buah Strategi Tokoh Islam

Memang militer Indonesia melahirkan dirinya sendiri. Dalam proses kelahirannya ini peran laskar-laskar santri yang dipimpin para kiai, ulama, dan ajengan harus dicatat dengan tinta emas sebagai ibu kandung yang melahirkan TNI...
----------
Sarekat Indonesia (SI) adalah cikal bakal gerakan politik modern Indonesia. Ia juga adalah titik tolak organisasi pergerakan nasional.Sarekat Dagang Islam berdiri pada 16 Oktober 1905 sebagai wadah persatuan pada pedagang pribumi Muslim. Awal gerakan ini dimulai di Solo dan dimotori oleh seorang saudagar Muslim di Surakarta, H Samanhudi. SDI pada awalnya diarahkan untuk melawan dominasi Cina yang menguasai dunia perdagangan dengan mengorbankan pedagang pribumi.Anggaran Dasar SDI, sebagaimana tercatat dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia, bertujuan untuk berikhtiar meingkatkan persaudaraan di antara anggota dan tolong menolong di kalangan kaum Muslimin, berusaha meningkatkan derajat kemakmuran dan kebebasan negeri. Organisasi ini meluas sampai ke lapisan masyarakat bawah dan kemudian oleh pemerintah kala itu dianggap sebagai organisasi yang mengancam stabilitas sehingga dibekukan pada Agustus 1912.Pada akhir Agustus 1912 pembekuan SDI dicabut karena tidak cukupnya bukti. Setelah itu dilakukan perubahan pada tubuh SDI sebagai aset umat dalam rangka menyikapi perkembangan yang terjadi di tanah air. Muncullah pemimpin baru yakti Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Disusunlah anggaran dasar baru bahwa organisasi ini dinyatakan meliputi seluruh Indonesia dan sekaligus menghapus kata “dagang” menjadi Sarekat Islam (SI). Tercatat H Samanhudi sebagai ketua dan HOS Tjokroaminoto sebagai komisaris. Anggaran Dasar disahkan dengan akta notaris di Surabaya pada 10 September 1912.Sejak berdirinya, tercatat sejumlah advokasi yang dilakukan oleh SI. Organisasi ini gigih mengusahakan tercapainya tujuan kenegaraan, kebenaran, dan keadilan. Upaya-upaya perlawanan terhadap praktik-praktik penindasan oleh penguasa juga kerap dilakukan.Perkembangan SI begitu pesat. Pada waktu itu SI menjadi kekuatan politik yang amat terasa pengaruhnya. Tahun 1916 tercatat 181 cabang di seluruh Indonesia dengan tak kurang dari 700 ribu anggota. Sebuah angka yang fantastis kala itu, Budi Utomo di masa keemasannya saja hanya beranggotakan tak lebih dari 10 ribu orang.Tak salah kiranya jika kelompok nasionalis Islami berpendapat bahwa berdirinya Sarekat Islam pada 16 Oktober 1905 adalah titik tolak pergerakan nasional. Islamlah yang mampu mendobrak “nasionalisme” lokal itu (Nasution, 1965). Tak kurang, M Natsir dalam Indoensisch Nationalism mengatakan bahwa pergerakan Islamlah yang pertama meretas jalan di negeri ini bagi kegiatan politik yang mencita-citakan kemerdekaan.Koran Asia Raja, 13 September 1943, mempublikasikan tuntutan sepuluh ulama pada pemerintah Jepang di Jakarta. Tuntutan ini berisi: permintaan para ulama agar Jepang segera membentuk tentara sukarela yang akan membela tanah Jawa. Kesepuluh ulama tersebut adalah: KH Mas Mansoer, Tuan Guru H Mansoer, Tuan Guru H Jacob, H Moh Sadri, KH Adnan, Tuan Guru H Cholid, KH Djoenaedi, DR H Karim Amrullah, H Abdoel Madjid, dan U Mochtar.Akhirnya, 3 Oktober 1943, pemerintah Jepang meresmikan PETA di Bogor. Keanggotaan PETA didominasi oleh kalangan santri dan ulama, termasuk kesepuluh ulama tersebut. Sementara KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dipercaya sebagai penasehat PETA. Beliau berhasil menanamkan ruh jihad di tiap dada prajurit PETA.KH Hasyim Asy’ari selalu menanamkan pada prajurit-prajurit PETA bahwa tujuannya adalah berperang karena Allah, mengangkat kehormatan agama Islam, dan menyebarkan firman Allah. Sehingga usaha para prajurit dapat dianggap perang di jalan Allah (Fajar Kebangunan Ulama, Biografi KH Hasyim Asy’ari). Tak heran jika umat Islam menyambutnya dengan ghirah tinggi. Umat berharap kehadiran PETA bisa menjadi batu loncatan menuju Indonesia merdeka.Laskar Hizbullah didirikan pada awal tahun 1945, bertujuan untuk mempersiapkan pemuda Islam mempertahankan Jawa jika tentara sekutu datang. Ide pembentukan laskar Hizbullah dipelopori oleh KH Wachid Hasyim. Pengorbanan laskar santri ini terasa nyata ketika kita menengok pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dengan semangat membara, Bung Tomo, menanamkan ruh jihad pada para pejuang melalui corong radio dan pidato-pidatonya di Surabaya. Kalimat “Allahu Akbar, merdeka atau mati” menjadi semboyan setiap anggota laskar yang didukung oleh para santri dan kiai dari semua pondok pesantren di Jawa Timur. Tak heran perlawanan laskar santri ini tercatat sebagai jihad paling heroik sepanjang sejarah republik ini.Setelah disahkannya BKR (Barisan Keamanan Rakyat) oleh Soekarno, sepanjang sejarah BKR hingga TNI (1945-1949) umumnya dipimpin oleh panglima dan komandan dari PETA yang berlatar belakang santri. Panglima Besar Soedirman misalnya, ia dikenal sebagai kader Muhammadiyah dan juga pernah menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Cilacap. Semasa perang gerilya, anak buahnya selalu memanggil Kajine (Pak Haji) kepada Soedirman, meski ia belum pernah menunaikan ibadah haji.Memang militer Indonesia melahirkan dirinya sendiri. Dalam proses kelahirannya ini peran laskar-laskar santri yang dipimpin para kiai, ulama, dan ajengan harus dicatat dengan tinta emas sebagai ibu kandung yang melahirkan TNI. Meski dalam perjalanannya terdapat banyak persoalan politik berkaitan dengan perbedaan ideologi negara dan ideologi laskar serta persoalan reorganisasi TNI, tidak seharusnya pengorbanan laskar santri ini dinafikan begitu saja. Atau malah dicap pemberontak! [Disarikan dari beberapa artikel di Sabili, edisi khusus Juli 2004]

Read more...

Mengungkap Tabir Perang Dunia I dan II

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.
----------
Menyingkap Tabir Perang DuniaAbad ke-20 adalah babak paling berdarah di sepanjang sejarah dunia. Selama masa ini, untuk pertama kalinya umat manusia diperkenalkan pada gagasan “perang dunia.”Secara keseluruhan, Perang Dunia pertama dan kedua telah menelan korban 65 juta jiwa. Sekitar separuh dari korban ini adalah warga sipil yang tidak ada hubungannya dengan kedua perang ini. Anak-anak, wanita, dan orang tua yang tak berdaya sama-sama dibantai secara kejam. Sehingga, kita mungkin bertanya, bagaimana dunia bisa berada di tengah-tengah penyakit jiwa yang begitu meluas seperti itu?Bagaimana bisa manusia begitu mudahnya mengorbankan bangsanya sendiri maupun bangsa lain? Pemikiran apakah di balik kekejaman ini? Jawaban dari pertanyaan ini akan dijawab dalam tulisan ini.Perang telah ada hampir sejak awal keberadaan umat manusia itu sendiri. Kebutuhan ekonomi dan politik yang saling bersaing telah menggiring manusia untuk mengangkat senjata melawan satu sama lain. Senjata dan tentara telah berkembang berdampingan, sehingga perang telah tumbuh semakin dahsyat dan merusak.Namun, sampai abad ke-20, perang masih berbentuk “perang garis depan”, di mana para serdadu dari kedua belah pihak bertemu di kedua sisi medan perang dan pertempuran hanya berlangsung di sekitar medan ini. Dalam bentrokan ini, hanya serdadu sajalah yang terbunuh.Tetapi di abad ke-20, sejenis perang baru telah lahir, perang yang sasarannya tidak hanya para serdadu, namun juga rakyat banyak. Akibat perang seperti itu dirasakan tidak hanya di beberapa negara saja, namun cenderung telah menyeret seluruh dunia ke dalam mulut menganga yang mengerikan.Sepanjang sejarah, perang telah menimbulkan korban dan penderitaan yang hebat pada masyarakat. Sejumlah nabi yang diutus kepada manusia sebagai utusan Allah telah memperingatkan mereka akan malapetaka dan kekisruhan ini.Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.” (QS Al-Ankabut: 36)Melalui suara nabi mereka, bangsa Israel berjanji kepada Allah untuk tidak menumpahkan darah:Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya. (QS Al-Baqarah: 84)***Perang Dunia PertamaDi Eropa abad ke-19, penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini. Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada tahun 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah Balkan.Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pertama, Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria.Lalu satu demi satu, Jerman, Inggris, dan Prancis, memasuki peperangan. Sumbu sudah dinyalakan.Bahkan sebelum perang dimulai, Dewan Jenderal Jerman telah membuat rencana dan memutuskan untuk menguasai Prancis melalui serangan mendadak. Untuk mencapai tujuan ini, orang-orang Jerman memasuki Belgia dan kemudian melintasi perbatasan memasuki Prancis. Menanggapi dengan cepat, pasukan Prancis menghentikan pasukan Jerman di tepi Sungai Marne dan memulai suatu serangan balik.Walaupun kedua pasukan menderita kerugian parah, tidak ada kemajuan di garis depan pertempuran. Baik serdadu Prancis maupun Jerman bersembunyi di parit untuk melindungi diri. Akibat serangkaian serangan yang berlarut-larut hingga beberapa bulan, sekitar 400.000 serdadu Prancis terbunuh. Korban meninggal dari serdadu Jerman mencapai 350.000.Perang parit menjadi strategi utama Perang Dunia Pertama. Selama beberapa tahun berikutnya, bisa dikatakan para serdadu hidup dalam parit-parit ini. Kehidupan di sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman terus-menerus dibom, dan mereka tak henti-hentinya menghadapi ketakutan dan ketegangan yang luar biasa. Mayat mereka yang telah tewas terpaksa dibiarkan di tempat-tempat ini, dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat tersebut. Bila turun hujan, parit-parit itu dibanjiri lumpur.Lebih dari 20 juta serdadu yang bertempur di Perang Dunia I mengalami keadaan yang mengerikan di dalam parit-parit ini, dan sebagian besar meninggal di sana.Dalam beberapa minggu setelah dimulai oleh serangan Jerman pada tahun 1914, garis barat perang ini sebenarnya terpaku di jalan buntu.Para serdadu yang bersembunyi di parit-parit ini terjebak dalam jarak yang hanya beberapa ratus meter jauhnya satu sama lain. Setiap serangan yang dilancarkan sebagai upaya mengakhiri kebuntuan ini malah menelan korban jiwa yang lebih banyak.Di awal tahun 1916, Jerman mengembangkan rencana baru untuk mendobrak garis barat. Rencana mereka adalah secara mendadak menyerang kota Verdun, yang dianggap sebagai kebanggaan orang Prancis. Tujuan penyerangan ini bukanlah memenangkan perang, melainkan menimbulkan kerugian yang besar di pihak Tentara Prancis sehingga melemahkan perlawanan mereka. Kepala staf Jerman Falkenhayn memperkirakan bahwa setiap satu serdadu Jerman saja dapat membunuh tiga orang serdadu Prancis.Serangan dimulai pada tanggal 21 Febuari. Para pemimpin Jerman memerintahkan serdadunya untuk “keluar dari parit mereka,” namun tiap serdadu yang melakukannya justru telah tewas atau sekarat dalam sekitar tiga menit. Meskipun penyerangan berlangsung tanpa henti selama berbulan-bulan, Jerman gagal menduduki Verdun.Secara keseluruhan, kedua pihak kehilangan sekitar satu juta serdadu. Dan dengan pengorbanan itu, garis depan hanya berhasil maju sekitar 12 kilometer. Satu juta orang mati demi selusin kilometer. Inggris membalas serangan Jerman di Verdun dengan Pertempuran Somme. Pabrik-pabrik di Inggris membuat ratusan ribu selongsong meriam. Rencana Jendral Douglas Haig mendorong Pasukan Inggris untuk menghujani dengan pengeboman terus-menerus selama seminggu penuh, yang diikuti dengan serangan infanteri. Dia yakin mereka akan maju sejauh 14 kilometer di hari pertama saja dan kemudian menghancurkan semua garis pertahanan Jerman dalam satu minggu.Serangan dimulai pada tanggal 1 Juni. Pasukan meriam Inggris menggempur pertahanan Jerman selama seminggu tanpa henti. Di akhir minggu tersebut, para perwira Inggris memerintahkan serdadunya memanjat keluar dari parit. Namun, selama pengeboman tersebut para serdadu Jerman berlindung dengan rapat di kedalaman parit persembunyian mereka sehingga tidak terlumpuhkan dan menggagalkan rencana Inggris. Begitu serdadu Inggris bergerak melintasi garis depan, serdadu Jerman muncul menyerang mereka dengan senapan mesinnya. Sejumlah total 20.000 serdadu Inggris tewas dalam beberapa jam pertama perang tersebut. Di dalam kegelapan malam itu, daerah di antara dua garis pertempuran penuh dengan puluhan ribu mayat dan juga serdadu yang terluka, yang mencoba merangkak mundur.Pertempuran Somme tidak berlangsung dua minggu seperti yang direncanakan Jendral Haig, melainkan lima bulan. Bulan-bulan ini tidak lebih daripada pembantaian. Para jendral bertubi-tubi mengirimkan gelombang demi gelombang serdadu mereka menuju kematian yang telah pasti. Di akhir pertempuran, kedua belah pihak secara keseluruhan telah kehilangan 900.000 prajuritnya. Dan untuk ini, garis depan bergeser hanya 11 kilometer. Para serdadu ini dikorbankan demi 11 kilometer saja.Kedua belah pihak melakukan lebih banyak serangan lagi selama Perang Dunia I, dan setiap serangan ini menjadi pembantaian diri sendiri. Di kota Ipres di Belgia saja, berlangsung tiga pertempuran. Setengah juta serdadu tewas di pertempuran ketiga saja.Setiap serangan berakibat sama: Ribuan nyawa melayang hanya untuk maju beberapa kilometer.Peperangan yang mengerikan ini, yang tidak punya alasan kuat, menelan nyawa orang tak bersalah yang tak terhitung banyaknya. Banyak orang kehilangan saudaranya atau harus meninggalkan rumahnya.Penyebab utama di balik malapetaka masyarakat ini adalah ambisi politik dan kepentingan kalangan dengan paham tertentu. Membuat kerusakan, yang disebabkan oleh cita-cita duniawi orang yang mengingkari Allah, dilarang di dalam Al Quran. Allah melarang manusia menyebabkan kerusakan di muka bumi:Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-A’raf: 56)*** bersambung ***

Read more...

Jumat, 20 November 2009

The Gallant Jiraiya

Jiraiya, literally `Young Thunder', was the scion of a powerful clan from Kyushu. When the family fell on hard times he went to Echigo province, now Niigata Prefecture, became a freebooter and rose to the position of chief of a chivalrous band of robbers. He was initiated into toad magic by an immortal who resided on Mount Myoko, popularly known as Echigo Fuji. He failed to overcome and kill a hated rival, an older man named Sarashina, who was the cause of his family's ruin.

Jiraiya fell in love and married Tsunade, a beautiful young woman who was skilled in snail magic. Later, one of Jiraiya's followers, Yashagoro, was overcome by the spell of a serpent and became skilled in serpent magic. He took the name Orochimaru (Orochi means `monstrous snake') and attacked Jiraiya. Together with his wife, Jiraiya did battle with this magician, but they were infected with the serpent's venom and fell unconscious. Fortunately another of Jiraiya's followers, whose life he had once saved, came to his rescue. At this point, without conclusion, the tale abruptly ends.
Toad, serpent, bird, spider, and snail magic were the principal types of magic practiced by thaumaturges in old Japan. They were supposed to be incompatible with each other, but in this story, at least, love found a way.
All this is recounted in a serial novel titled Jiraiya Goketsu Monogatari (The Tale of the Gallant Jiraiya) written by different hands and published in 43 installments from 1839 to 1868. Kunisada, among others, provided the illustrations. The playwright Kawatake Mokuami composed a drama based on the first ten parts of the novel, which was produced, under the same title, at the Kawarasaki Theater in Edo in the 7th month of 1852 with Ichikawa Danjuro VIII in the leading role.
The character of Jiraiya is said to have been modeled after that of Prince Mitsuuji in the play Genji Moyo Furisode Hinagata (see Chapter 5 on Prince Genji), in which the same actor, Ichikawa Danjuro VIII, had scored a big hit the preceding year. It is interesting to note that Danjuro committed suicide by cutting his throat in a hotel room the night before the opening of Jiraiya Goketsu Monogatari in Osaka in 1854.

Read more...

ST12 : Syuting Video Klip Biarkan Jatuh Cinta

shootvcbajc_231009ST12 segera merilis video klip mereka yang berjudul “Biarkan Jatuh Cinta”. Lagu ”Biarkan Jatuh Cinta”, dari nada dan warna vokal yang dilantunkan Charly, memang kental dengan warna Melayunya. Mungkin dengan video klip terbaru ini, ST12 ingin menunjukkan eksistensi diri mereka bermusik dan kecintaan mereka terhadap musik Melayu




Merupakan single ketiga yang diambil dari album “Puspa Repackage” setelah “Isabella” dan “Memujamu”, yang klipnya digarap oleh Abimael Gandhy. Bercerita mengenai seorang laki-laki yang memperjuangkan cintanya terhadap seorang perempuan yang dicintai. Proses syutingnya sendiri hanya berlangsung 1 hari (8/10) lalu di daerah Cililitan Besar Jakarta Timur.

Di dalam video klip “Biarkan Jatuh Cinta”, karakter Pepenk yang pendiam diarahkan menjadi lead actor. Jadi nggak sabar untuk segera nonton video klipnya.

Sebagai tambahan informasi lagu “Biarkan Jatuh Cinta” digunakan sebagai theme song sinetron Safa dan Marwah yang tayang di RCTI setiap hari.  Hingga saat ini, sinetron tersebut menempati rating tertinggi dari seluruh sinetron yang ada dan lagu “Biarkan Jatuh Cinta” merajai chart 5 besar di seluruh provider telepon. Selamat untuk ST12!

Read more...

Uang Tempoe Doeloe

Kita tentu jarang mengenal uang -uang kuno rupiah tempo ulu atau ejaan lamanya "tempo Doeloe"






 

 
Coba lihat  beberapa contoh uang tempoe dulu,bandingkan mana yg lebih artistik
tentu tiap orang punya pandangan yang beda...

Read more...

Mengenal Zodiak Mesir

Mungkin selama ini kita mengira astrologi atau ilmu perbintangan berasal dari Yunani, namun penduduk Mesir juga sudah mengenalnya. Ketahui bagaimana sifat anda dari zodiak mesir ini..

Sejak awal peradaban bahkan sebelum itu, Astrologi telah memainkan peran utama dalam masyarakat. Pengaruh dari astrologi ini, bahkan bisa dirasakan sampai ke seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia.



Mungkin selama ini kita mengira astrologi atau ilmu perbintangan berasal dari Yunani, namun sebenarnya astrologi justru sudah ada jauh sebelum bangsa Yunani menemukannya. Orang-orang Mesirlah yang lebih dahulu mengenalnya.



Baru-baru ini, museum Louvre di Paris mengumumkan mengenai keberadaan zodiak Mesir. Dalam zodiak Mesir, terdapat dua belas lambang dewa atau dewi. Setiap orang yang berada di bawah pengaruh zodiak tersebut mewarisi kekuatan dan kelemahan sang dewa-dewi.


Kalau biasanya kita mencocokkan kepribadian kita dengan zodiak-zodiak Yunani, mulai dari Capricorn, Pisces, Aries, Leo, ataupun bintang-bintang yang lain, itu sudah biasa. Kini Anda bisa mencoba mencocokkan bagaimana karakter Anda, jika dilihat dari dewa-dewi Mesir.


  • SPHINX = Penjaga Harta Karun (27 Desember-25 Januari) Kelebihan : Sphinx punya sikap disiplin kuat. Selalu ingin melakukan segala hal dengan benar dan bertanggung jawab. Begitu dapat sebuah tugas, mereka akan menjalankan dengan serius dan disiplin mengerjakannya. Totalitas penting bagi mereka. Asyiknya, keseriusan mereka juga dibarengi dengan sifat humoris. Sphinx juga sensitif dan penuh perasaan. Biarpun selalu terlihat humoris dan jenaka, sebenarnya mereka berhati-hati dan memikirkan segala sesuatu dengan serius.
    Kekurangan : Terlalu sensitif pada semua keadaan. Kalau ada yang mengangap mereka atau tugas-tugas mereka remeh, maka bisa cepat berubah menjadi tidak percaya diri dan pesimis.
    Cinta : Dalam cinta, Sphinx selalu bertindak hati-hati demi menemukan pasangan yang cocok di hati. Sifat pelan-pelan ini juga menunjukkan kalau mereka susah jatuh cinta.
    Karir : Profesi yang pas Wiraswasta/Humas.
  • SHU = Dewa Langit (26 Januari-24 Februari) Kelebihan :? Shu adalah pemuja kebebasan. Tanpa kekangan apa pun, maka mereka bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Apalagi ditunjang dengan sifat humoris yang ada pada diri mereka, justru akan menghasilkan kreasi yang menarik dan berbeda dari kebanyakan orang. Dalam mengambil tindakan, orang-orang yang berada di bawah Shu akan penuh kehati-hatian dan berpegang pada prinsip hidupnya. Kemampuan ini didukung juga dengan sifatnya yang penuh perhatian terhadap teman dan keluarga.
    Kekurangan : Shu dikenal mandiri, tapi sifat independen ini malah sering bikin merka ragu dengan kemampuan mereka sendiri. Karena masalah ini juga, mereka sering kehilangan banyak kesempatan bagus. Selain itu Shu juga susah ditebak keinginannya, tidak mau berbagi kesusahan dengan orang lain, dan keras kepala.
    Cinta : Kemandirian Shu sering dianggap sebagai cuek dan nggak butuh. Sebaliknya, kalau sudah menemukan cowok/cewek yang sesuai dengan kriteria, Shu langsung bisa berubah ?manis?
    Karir :? Profesi yang pas Dokter Hewan atau Pekerja Sosial.
  • ISIS = Dewi Kedisiplinan (25 Februari-26 Maret) Kelebihan : ?Isis populer karena pemikirannya yang unik, liberal dan seru. Juga karena selera humornya. Mereka dikenal banyak ide. Sikap aktif dan percaya diri sering disalurkan untuk membantu orang lain. Mereka adalah tempat yang tepat untuk dijadikan teman curhat. Isis juga sangat mengagungkan kejujuran. Oleh karena itu juga mereka selalu berterus terang akan segala hal.
    Kekurangan : ?Isis suka terobsesi dengan ide-idenya sendiri. Tak jarang pula mereka merasa kalau ide mereka yang paling baik di antara yang lain, bahkan terkadang menolak ide-ide yang diberikan oleh orang lain. Sayangnya, pada saat permasalahan yang menghampiri Isis mulai memuncak, justru mereka mudah sekali mengibarkan bendera putih alias gampang menyerah.
    Cinta : Isis sangat emosional dan suka mencurahkan perhatian pada orang yang disayangi. Mereka juga dikenal romantis sekaligus sensitif.
    Karir : Profesi yang pas Fotografer/Ahli kreatif iklan.
  • OSIRIS = Dewa Dunia Bawah (27 Maret-25 April) Kelebihan : Osiris adalah tipe cewek yang dinamis dan fleksibel. Dan paling tidak suka berdebat. Yang bernaung dibawah Osiris adalah orang-orang yang penuh ide dan kepintaran, serta pintar memanfaatkan kesempatan. Makanya, tak heran kalau orang-orang Osiris sebagian besar termasuk golongan orang yang sukses. ?Osiris juga memiliki sifat mandiri dan bukanlah tipe orang yang ganpang menyerah. Sekali mengalami kegagalan, mereka akan bangkit lagi dengan penuh semangat.
    Kekurangan : Orang-orang Osiris adalah tipe orang yang susah untuk dipahami. Dan juga bukanlah tipe orang yang penyabar. Terkadang, saat tanggung jawab, orang Osiris justru menghindar. Tidak heran, jika pekerjaan yang sudah disusun dan dilakukan dengan susah payah, justru terbengkalai begitu saja.
    Cinta : Sifat Osiris yang dinamis terbawa juga ke hubungan cinta. Mereka tidak suka hubungan yang datar apalagi jika pasangan tidak menantang dan adem-ayem saja.
    Karir : Profesi yang pas Pengajar
  • AMUN = Dewa Pembangun Dunia (26 April-25 Mei) Kelebihan : Amun terkenal popular karena sifat care-nya. Tapi dibalik itu punya keinginan yang kuat dan cenderung ambisius. Sifat percaya diri Anda patut ditiru. Para ?keturunan Amun? pun benar-benar tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Mereka tegas dan tidak akan berhenti sampai terwujud apa yang mereka impikan.
    Kekurangan : Amun yang ambisius biasanya punya perencanaan yang matang sebelum melakukan sesuatu. Tapi sayangnya, kalau sudah terhantam masalah, cenderung goyah iman. Kalau sudah dalam taraf seperti ini, sifat kurang perduli dan keras kepala Anda muncul sehingga kurang toleran terhadap orang lain
    Cinta : Kedamaian adalah impian Amun. Jadi hubungan cinta idaman mereka adalah yang hubungan harmonis, perasaan maupun tindakan.
    Karir : ?Profesi yang sesuai Aktris
  • HATHUR = Dewa Bumi dan Langit (26 Mei-24 Juni) Kelebihan : Hathur sangat ekspresif, mampu menunjukkan perasaan dengan baik pada orang lain. Hal ini membuktikan kejujuran sikap mereka. Orang-orang betah berada di dekatnya. Mereka pun mampu berpikir cepat dalam situasi sulit. Dan yang paling mempesona dari orang-orang Hathur ini adalah kharisma yang ada pada diri mereka.
    Kekurangan : Suasana hati yang suka berubah-ubah membuat orang lain bingung dengan sikap mereka. Yang lebih parah, ketika mereka dalam kondisi bad mood, bisa saja tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepada mereka tidak disentuh sama sekali atau dikerjakan dengan setengah hati hingga hasilnya tidak maksimal. Terkadang pula, Hathur, bisa bertindak hal-hal yang bodoh atas nama cinta.
    Cinta : Hathur yang ekspresif lebih menyukai pasangan yang cerdas dan pintar. Kalau sudah menemukan pasangan yang cocok atau mengimbangi sifat mereka, mereka bisa jatuh cinta setengah mati.
    Karir : Profesi yang pas Psikolog atau konselor
  • PHOENIX = Burung Kehidupan dan Kebangkitan (25 Juni-24 Juli) Kelebihan : Jiwa optimis yang dimiliki Pheonix diimbangi dengan sikap berani mengambil resiko. Mereka pun juga jago mengajak orang lain untuk memiliki optimisme seperti yang mereka rasakan. Makanya banyak orang Pheonix yang dijadikan panutan.
    Kekurangan : Phoenix sering kali tidak bisa mengontrol emosi. Kalau dalam kondisi berdebat, lebih banyak defensive (membela diri ) dan keras kepala. Pheonix juag senang menyendiri, kurang suka bergaul, dan tidak suka dengan keramaian. Terkadang juga bersikap kurang realistis seperti hidup didunia mereka sendiri.
    Cinta : Sifat yang emosional juga kelihatan dalam urusan cinta Anda. Hal-hal yang terkadang tidak penting justru malah kamu debatkan dengan pasangan Anda, hingga dia bingung apa sebenarnya keinginan Anda.
    Karir : Profesi yang pas Pembalap/Pramugari
  • ANUBIS = Penjaga Dunia Bawah (25 Juli-28 Agustus) Kelebihan : 'Keturunan Anubis' memiliki kepercayaan diri tinggi. Mereka bangga dengan diri mereka dan tau bagaimana memperlihatkan sisi terbaik dirinya. Selain itu Anubis juga sangat kreatif, gigih dan gak pernah terlihat capek beraktifitas. Orang-orang Anubis pun dikenal simpatik dan baik hati. Tak heran jika dilingkungan, Anubis dikenal paling perhatian, dan memilki kemampuan berorganisasi dengan baik serta bertanggung jawab.
    Kekurangan : Kadang-kadang sikap bossy muncul dan sifat itu pula yang membuat mereka terkesan sombong dan judes. Anubis juga punya sifat selalu ingin mengatur orang lain sesuai? dengan kehendaknya. Selain itu sensitif dan mudah tersinggung juga dimiliki oleh mereka ?keturunan? Anubis.
    Cinta : Karena bossy ini pula Anubis selalu mendominasi hubungan asmaranya. Sebenarnya mereka hanya ingin selalu memberikan yang terbaik untuk pasangan, tapi yang terjadi malah sering disalah artikan oleh pasangan sebagai sifat posesif dan dominant.
    Karir : Profesi yang Pas Copywriter/Fashion Designer
  • THOTH = Dewa Pendidikan dan Penemu Tulisan (29 Agustus-27 September) Kelebihan : Thoth dikenal rajin dan tekun, berjiwa pemimpin, mampu berpikir akurat, dengan ide-ide yang selalu orisinal. Sifat bijaksana membuat mereka tenang dalam menganalisa masalah, lalu mencari jalan ke luarnya. Hal ini didapat karena Toth senang mencari pengalaman-pengalaman baru. Mereka yang bernaung di bawah Toth adalah tipe orang yang seru kalau diajak untuk beridiskusi, ?berkat argumentasiyang menarik dan gaya bicara yang menyenangkan.
    Kekurangan : Thoth sering terburu-buru dan gak sabaran. Apalagi juga gampang cemas yang bisa mengganggu orang lain.
    Cinta : Thoth tidak segan-segan menunjukkan perasaannya pada pasangan yang disukainya. Tapi, ketika hubungan tersebut sudah terjalin, mereka cenderung meragukan hubungan yang sudah dibina.
    Karir : Profesi yang Pas Jurnalis/Wartawan/Penulis/Pengacara
  • HORUS = Dewa Matahari (28 September-27 Oktober) Kelebihan : Horus adalah Tipe orang pemberani, termasuk berani menyapa orang lebih dulu. Mereka juga jago bergaul dan mengumpulkan teman, karena teman yang banyak justru membuat perasaan hati jauh lebih senang. Sifat lain dari Horus, mereka adalah golongan orang optimis yang jago memotivasi orang.
    Kekurangan : Sifat optimis yang dimiliki Horus tidak selalu dibarengi dengan pikiran yang realistis, sehingga kadang-kadang mereka kecewa kalau tujuan tidak tercapai sesuai dengan harapan. Dalam menghadapi masalah mereka juga gampang menyerah
    Cinta : Horus bisa bahagia kalau berada di dekat orang-orang yang disayanginya. Tapi harus berhati-hati dalam hubungan cinta karena sifat mereka yang gampang dipengaruhi dan susah mengambil keputusan.
    Karir : Profesi yang pas Politikus/News Anchor/Account Executive
  • WADJET = Dewi Kobra Kerajaan (28 Oktober-26 November) Kelebihan : Seperti ular yang berambisi setiap mencari makanan, Wadjet juga ambisisus dalam setiap tindakannya. Apapun yang dikerjakan, berusaha untuk menyukainya. Kalau punya masalah, mereka mampu berpikir rasional untuk untuk melihat akar persoalan. Mereka juga memilki sifat teliti dan bersikap hati-hati. Hasilnya, mereka menjadi disegani. Dan orang-orang Wadjet menilai keluarga adalah segala-galanya.
    Kekurangan : Rasa cemburu yang besar. Ini bisa mengganggu hubungan mereka dengan orang lain, apa lagi kadang-kadang mereka susah bergaul. Mereka juga pesimis, angkuh dan suka menganggap diri paling benar.
    Cinta : Gemar menutupi perasaan dan susah ditebak maunya. Tapi pada dasarnya mereka punya energi cinta yang besar yang siap ?ditumpahkan? ke siapa saja.
    Karir : Profesi yang pas Arsitek/Editor
  • SEKHMET = Dewi Perang (27 November-26 Desember) Kelebihan : Suka tantangan, punya mental kuat dan mampu bertahan di saat susah. mereka juga termasuk golongan orang yang imajinatif lucu, hingga senang membuat orang lain tertawa. Walaupun terkadang terlihat cuek, namun mereka adalah orang yang optimis, hingga membuatnya mampu keluar dari setiap permasalahn yang dihadapi. Orang-orang Sekhmet adalah orang-orang yang paling anti dikekang.
    Kekurangan : Sering gak sabaran! Hal ini sering menimbulkan kegelisahan pada diri sendiri dan jadi bertindak ceroboh. Akhirnya mereka lebih sering memilih cara pintas yang sering berakhir pada kesalahan.
    Cinta : Paling anti dikekang! Uniknya mereka juga punya sifat posesif dan gampang curiga ke pasangan. Bahkan saking sibuknya curiga, mereka jadi susah mencari waktu bebas untuk diri sendiri.
    Karir : Profesi yang pas Reporter/Atlet

Read more...

Pengikut

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP